Workshop Pembelajaran dengan BDR dan Pembuatan Media melalui Program Bandicam

  • 1 July 2020
  • 419 views
Workshop Pembelajaran dengan BDR dan Pembuatan Media melalui Program Bandicam

Menyongsong tahun ajaran baru 2020/2021, SMP IT Masjid Syuhada mengadakan workshop pembelajaran yang diikuti oleh segenap guru SMP IT Masjid Syuhada. Workshop tersebut dilaksanakan selama dua hari, Rabu-Kamis (1-2 Juli 2020), bertempat di gedung SMP IT Masjid Syuhada.

Topik bahasan utama workshop kali ini adalah pemetaan kompetensi dasar (KD) dan pembuatan administrasi pembelajaran serta pembuatan media melalui program Bandicam. Adapun pemateri dalam topik pemetaan KD dan administrasi pembelajaran adalah Ibu Endang Triningsih, M. Pd—selaku pengawas SMP IT Masjid Syuhada. Sementara pemateri untuk pembuatan media melalui program Bandicam adalah Bapak Riza Kurniawan.

Pada sesi pertama, Ibu Endang Triningsih menyampaikan materi seputar bagaimana memetakan kompetensi dasar (KD) sedemikian rupa agar dapat diimplementasikan dalam kondisi Belajar dari Rumah (BDR). Seperti yang diketahui bersama, kebijakan BDR masih akan dijalankan sampai beberapa bulan mendatang. Karena itu, guru harus melakukan penyesuaian pada seluruh komponen pembelajaran, baik itu perangkat, metode, media, maupun model penilaiannya, guna mendukung proses BDR.

Menurut Bu Endang Triningsih, ada beberapa hal yang perlu guru siapkan untuk menyongsong BDR tahun ajaran baru mendatang yaitu:

  1. Guru memetakan KD versi BDR, tahap ini merupakan langkah awal yang penting untuk memilah tingkat kompleksitas dan strategi penyampaian tiap KD. Pemetaan KD juga diperlukan sebagai bahan pertimbangan penugasan lintas mapel guna mengurangi beban siswa ketika menjalankan BDR.
  2. Hasil pemetaan tersebut dipakai sebagai acuan untuk membuat perangkat pembelajaran seperti program tahunan, program semester, dan RPP daring.
  3. Guru perlu mengembangkan materi, menyiapkan kuis dan isian umpan balik untuk siswa, dan meyiapkan lembar kerja (LKPD) untuk penugasan
  4. Guru harus menyiapkan instrumen penilaian harian (PH) dengan konsep daring.

Setiap perangkat pembelajaran yang dibuat oleh guru harus sinkron dengan jadwal dan jumlah jam tatap muka dengan siswa. Dalam hal ini, jadwal dan jumlah jam tatap muka dengan kondisi BDR tentu berbeda karena jatah untuk setiap mata pelajaran berkurang. Karena itu, guru perlu memikirkan strategi/model pembelajaran seperti apa yang dapat diaplikasikan untuk menunjang konsep BDR tersebut.

Bu Endang Triningsih juga berpesan agar guru melakukan sesi tatap muka langsung dengan siswa minimal satu kali secara daring. Ada banyak pilihan aplikasi yang bisa guru manfaatkan untuk melakukan tatap muka secara daring dengan siswa, antara lain Google Meet, Webex, Zoom, dan Whatsapp Group Video Call.

Hal ini penting dilakukan untuk menjaga kontak dan komunikasi dengan siswa. Selain itu, pada saat pemberian tugas atau pada saat mengajar daring, guru hendaknya tidak terpaku pada penyampaian tugas atau materi saja secara monoton. Guru tetap perlu menyapa siswanya, membuka percakapan, dan memberi apersepsi—seperti halnya pembelajaran tatap muka—sebelum memulai pembelajaran daring.

Selanjutnya, pada sesi kedua, topik workshop beralih ke pembuatan media pembelajaran memakai program Bandicam. Materi seputar Bandicam ini disampaikan oleh Bapak Riza Kurniawan. Bandicam sendiri merupakan salah satu program komputer yang bisa dipakai untuk menangkap/merekam tampilan layar desktop secara offline.

Program Bandicam dinilai cocok untuk mempermudah guru dalam mempresentasikan materi pelajaran kepada siswa. Dengan Bandicam, guru bisa merekam tampilan layar desktopnya, baik berupa slide presentasi, dokumen, gambar, atau tutorial praktek.

Selain menangkap tampilan layar desktop, Bandicam juga bisa memuat rekaman audio (suara) maupun video sekaligus. Guru bisa memanfaatkan fitur ini untuk memberi penjelasan materi secara langsung kepada siswa dan menyisipkannya di sela-sela rekaman tampilan layar desktopnya.

Para peserta workshop disilahkan untuk mencoba program Bandicam di laptop masing-masing. Hasil akhir program Bandicam adalah video rekaman tangkapan layar dekstop dengan format AVI dan mp4. Tentu saja, pemanfaatan Bandicam ini harus disesuaikan dengan kebutuhan guru karena karakteristik dan kompleksitas materi tiap mata pelajaran berbeda. Meski begitu, setidaknya, guru memiliki alternatif cara membuat media pembelajaran yang dapat menunjang konsep BDR.