Koordinasi KBM Daring dengan Google Classroom Jelang Tahun Ajaran Baru 2020/2021

  • 9 July 2020
  • 216 views
Koordinasi KBM Daring dengan Google Classroom Jelang Tahun Ajaran Baru 2020/2021

Berdasarkan kalender akademik, tahun ajaran baru 2020/2021 akan dimulai besok Senin, 13 Juli 2020. Sebagaimana keputusan dinas pendidikan Kota Yogyakarta, kegiatan belajar mengajar (KBM) masih akan dilaksanakan dengan sistem Belajar dari Rumah (BDR). Itu artinya, setiap sekolah harus mempersiapkan diri untuk melaksanakan KBM secara daring seoptimal mungkin dengan sumber daya yang dimilikinya.

Atas dasar tersebut, pada hari Kamis (9/7), segenap guru SMP IT Masjid Syuhada mengadakan koordinasi KBM daring. Acara tersebut diselenggarakan di ruang kelas IX B dan dipimpin oleh Bapak Dwi Purnomo. Topik utama yang dibahas adalah mematangkan model pembelajaran daring serta mempersiapkan aplikasi yang akan dipakai untuk mendukung pembelajaran daring tersebut.

Mengingat ada banyak pilihan aplikasi untuk menyelenggarakan pembelajaran daring, para guru bersepakat untuk memakai Google Classroom sebagai aplikasi utama. Aplikasi ini dipilih karena mudah dipakai, dapat diakses lewat perangkat smartphone maupun laptop, dan yang terpenting dapat menjembatani komunikasi dua arah antara guru dsan siswa selama pembelajaran berlangsung.

Pada semester lalu, pembelajaran daring yang dilakukan masih berkutat pada pemberian materi dan tugas-tugas serta terhambat pada pemberian umpan balik kepada siswa. Karena itu, aplikasi Google Classroom ditujukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Nantinya, setiap wali kelas akan berperan sebagai “Admin Kelas” yang bertugas meng-invite (mengundang) siswa dan guru mata pelajaran di kelasnya.

Setiap guru harus bertanggungjawab untuk tetap stand by pada jam pelajarannya guna memantau proses pembelajaran daring yang dikelolanya. Guru juga harus siap merespon pertanyaan siswa dan memberikan umpan balik agar komunikasi berjalan secara dua arah. Begitu jam pelajarannya usai, maka guru yang lain akan menggantikan guru tersebut dan KBM beralih ke mata pelajaran lain.

Sementara itu, para siswa diharapkan dapat menjaga kedisiplinan dan etika selama mengikuti pembelajaran daring. Para siswa harus siap mempelajari bahan ajar yang telah guru unggah di kelas masing-masing. Jika ada tugas, kuis, atau ulangan, para siswa juga harus mengerjakannya dengan tepat waktu agar guru lebih mudah mengolah penilaiannya. Yang perlu diperhatikan, karena Google Classroom memungkinkan komunikasi dua arah antara guru dan siswa, setiap anggota forum harus selalu mengedepankan kesopanan dan etika dalam bertutur/berkomentar.

Menurut Bapak Dwi Purnomo, Model Google Classroom semacam ini ditujukan agar siswa lebih mudah mengakses konten materi yang telah diunggah guru di kelas masing-masing. Setiap siswa juga akan lebih terkontrol karena hanya mengikuti (terdaftar) pada satu forum kelas saja (kelas masing-masing).

Selain itu, jika ada siswa yang mungkin mengalami ketertinggalan materi karena suatu hal (misal kehabisan kuota, mati listrik, atau sakit), mereka tidak akan kesulitan untuk mencari konten materi yang dibutuhkannya karena semua konten sudah tergabung dalam satu forum kelas yang diikutinya.

Dalam hal ini, Google Classroom juga menyediakan menu “Topik” yang berfungsi mengelompokkan topik materi/mata pelajaran. Siswa dapat lebih mudah mencari konten materi yang dibutuhkannya dengan memanfaatkan menu “Topik” tersebut.

Aplikasi Google Classroom ini nantinya bisa diintegrasikan dengan aplikasi penunjang lainnya seperti Bandicam, Canva, Quiziz, Google Forms, Google Meet, dan Whatsapp Group. Karena itu, sekolah memberikan kebebasan kepada guru untuk kreatif memanfaatkan aplikasi-aplikasi tersebut guna menyajikan media pembelajaran yang mudah dicerna siswa. Diharapkan, meski tidak bertatap muka, kegiatan pembelajaran daring tetap dapat dilaksanakan dengan kondusif demi raihan prestasi belajar yang lebih optimal.