Karnaval Budaya SMP IT Masjid Syuhada dalam Rangka Memperingati HUT Kota Yogyakarta ke-267

  • Thursday, 5 October 2023
  • 236 views
Karnaval Budaya SMP IT Masjid Syuhada dalam Rangka Memperingati HUT Kota Yogyakarta ke-267

Dalam rangka memperingati HUT Kota Yogyakarta ke-267, SMP IT Masjid Syuhada turut menyelenggarakan karnaval budaya, Rabu (4/10/2023) lalu. Karnaval budaya ini diikuti segenap siswa, guru, dan staf karyawan SMP IT Masjid Syuhada.

Untuk peringatan HUT Kota Yogyakarta ke-267 ini, atribut peserta karnaval budaya SMP IT Masjid Syuhada terbagi atas 3 kategori. Kelas VII mendapat atribut bertema busana adat Jawa, kelas VIII mendapat atribut bertema pejuang kemerdekaan, dan kelas IX mendapat atribut bertema tokoh-tokoh pewayangan.

Arak-arakan karnaval budaya SMP IT Masjid Syuhada mengambil rute ke arah timur sekolah. Arak-arakan karnaval bertolak dari depan kompleks Masjid Syuhada, lalu menuju ke arah SD Ungaran, SMP Negeri 5 Yogyakarta, jalan Dokter Wahidin, perempatan Galeria, perempatan Gramedia, hingga tiba kembali di SMP IT Masjid Syuhada.

Sebagaimana dilansir laman Hutkotajogja, peringatan hari jadi Kota Yogyakarta ke-267 ini bertema “tatag-teteg-tutug“. Tatag berarti proses membangun mentalitas seseorang sebagai bekal menghadapi tantangan. Teteg berarti membentuk ketahanan seseorang agar tetap teguh dalam menghadapi kritik, kendala, dan masalah selama menjalankan tanggung jawabnya. Sementara tutug berarti tuntas dalam menjalankan tanggung jawab.

Ketiga poin tersebut menjadi nilai-nilai filosofis yang perlu diimplementasikan dalam melaksanakan tanggung jawab melayani masyarakat. Segenap insan pendidikan, baik siswa, guru, maupun segenap pihak yang berkiprah dalam dunia pendidikan juga perlu mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing dengan semangat tatag, teteg, dan tutug.

Selain itu, kegiatan karnaval budaya ini seyogyanya dapat memberikan pengalaman kontekstual bagi para peserta dalam menapak tilas jejak sejarah perjuangan kota Yogyakarta hingga mampu berlepas dari belenggu kolonialisme. Dan tugas generasi masa kini adalah senantiasa mengisi pembangunan dengan aktif berkiprah dalam kegiatan masyarakat sesuai dengan peran sosial dan kapasitas masing-masing.[]