Urgensi Mengedukasi Remaja melalui Sosialisasi Kesehatan Reproduksi di SMPIT Masjid Syuhada

  • Saturday, 17 December 2022
  • 599 views
Urgensi Mengedukasi Remaja melalui Sosialisasi Kesehatan Reproduksi di SMPIT Masjid Syuhada

Dinamika dunia remaja identik dengan aneka problematika. Berbagai pemberitaan negatif yang melibatkan remaja silih berganti muncul di media massa. Tidak hanya tindak kekerasan dan bullying saja, lebih dari itu, persoalan remaja telah menyentuh ranah yang lebih kompleks seperti pergaulan bebas, geng remaja (klithih), pornografi, depresi, hingga tindak kriminal seperti penyalahgunaan narkoba dan pembunuhan.

Menyikapi fenomena tersebut, SMPIT Masjid Syuhada menggelar sosialisasi kesehatan reproduksi (kespro) remaja pada hari Jum’at (16/12/2022) lalu. Acara tersebut ditujukan bagi siswa kelas IX. Adapun narasumber sosialisasi kespro tersebut adalah tim dari SMK Kesehatan Binatama.

Selama ini, istilah kesehatan reproduksi (kespro) kerap dipersempit sebagai topik yang berhubungan dengan hal-hal porno. Bagi sebagian orang, topik kespro juga dinilai jorok, vulgar, dan terlalu tabu untuk dibicarakan secara umum. Padahal, pemahaman yang utuh tentang kespro dapat membuka kesadaran untuk melindungi diri dari beragam perilaku yang menyimpang.

Sayangnya, karena bahasan kespro dianggap tabu, para remaja tidak selalu memiliki ruang diskusi dan sungkan untuk bertanya kepada orangtua maupun guru. Akibatnya, para remaja sangat mungkin terpapar informasi yang keliru karena asal mencari tahu dari internet atau teman sebaya. Hal ini tentu dapat berdampak buruk dan justru membahayakan keselamatan para remaja.

Dalam sosialisasi kespro tersebut, para siswa mendapat materi tentang dinamika perkembangan fisik-psikis pada usia remaja dan bahaya penyakit menular seksual (PMS) serta langkah pencegahannya. Topik-topik tersebut dirasa sangat esensial bagi para peserta sosialisasi yang rata-rata masih menginjak masa pubertas awal. Seusai pemaparan materi, para siswa dipersilahkan untuk bertanya-jawab langsung dengan narasumber.

Diharapkan sosialisasi kespro ini dapat membuka cakrawala berpikir para siswa tentang kesehatan reproduksi dan dinamika psikologis remaja. Selain itu, sosialisasi ini juga diharapkan mampu memberikan dorongan positif bagi para siswa agar mewaspadai beragam ancaman perilaku menyimpang di usia remaja, seperti pergaulan bebas, pacaran, pornografi, sampai penyalahgunaan narkoba. Dengan begitu, para siswa dapat lebih menjaga diri serta menjalani periode remajanya secara sehat dengan berpegang teguh pada landasan iman, takwa, dan aqidah-nya.[]