Rapat Koordinasi serta Pembinaan Guru dan Karyawan Bulan Februari 2021

  • 5 February 2021
  • 37 views
Rapat Koordinasi serta Pembinaan Guru dan Karyawan Bulan Februari 2021

Sebagai bagian dari program evaluasi bulanan, SMP IT Masjid Syuhada mengadakan rapat koordinasi pada hari Rabu (3/2) kemarin. Acara tersebut dilaksanakan secara WFO dan WFH sehubungan dengan kebijakan pembatasan operasional kerja yang ditetapkan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Segenap guru dan karyawan yang mendapat jatah bertugas di sekolah (WFO) mengikuti rapat koordinasi di ruang kelas 7A-B. Sementara yang mendapat jatah bertugas dari rumah (WFH) mengikuti rapat koordinasi secara daring via Google Meet.

Sebelum memasuki agenda inti, rapat koordinasi tersebut dibuka dengan dzikir dan tadaruz bersama. Setelahnya, Ustadz Arif Taba Nasuha memberikan tausiyah terlebih dahulu selama 30 menit yang dilanjutkan dengan sambutan dari Ustadzah Meilani Noor Khasanah selaku Kepala SMP IT Masjid Syuhada.

Rapat koordinasi kali ini dipimpin oleh Ustadzah Yamidah—selaku Wakil Kepala Bidang Akademik. Dalam rapat koordinasi ini, poin penting yang dibahas adalah evaluasi KBM daring serta modul luring yang diagendakan setiap awal bulan. Berbagai kondisi, hambatan, kendala, saran atau masukan disampaikan para peserta rapat sebagai bahan evaluasi bersama. Diharapkan, dari rapat evaluasi tersebut, segala informasi yang ditampung dapat diolah untuk menjadi landasan peningkatan kualitas pelayanan dan pengadaan modul luring ke depannya.

Selang sehari setelahnya, pada hari Jumat (5/2), SMP IT Masjid Syuhada mengadakan acara pembinaan guru dan karyawan. Seperti halnya rapat koordinasi sebelumnya, acara ini diselenggarakan secara WFO dan WFH sesuai dengan jatah bertugas masing-masing guru dan karyawan.

Sebagian guru dan karyawan SMP IT Masjid Syuhada mengikuti pembinaan secara daring via Google Meet, Jumat (5/2).

Acara pembinaan guru dan karyawan kali ini dipimpin oleh Ustadz Nur Arif Fuadi. Sebagai pembicara utama, pada kesempatan tersebut beliau membahas seputar urgensi kepemimpinan seorang guru dalam menjalankan tugasnya.

Disampaikan bahwa aspek kepemimpinan tidak hanya menyoal bagaimana seorang pemimpin memimpin bawahannya dan mengambil keputusan-keputusan penting. Lebih dari itu, ada dimensi-dimensi substansial lain yang semestinya dimiliki oleh seorang pemimpin. Antara lain dimensi keteladanan dan sikap ihsan.

Dalam menjalankan peran sebagai pemimpin, seorang guru semestinya dapat menampilkan dirinya sebagai sosok yang dapat diteladani oleh peserta didiknya. Hal ini tidak boleh hanya sebatas pencitraan semata, melainkan segala sikap, perilaku, kebiasaan, dan karakter yang ditampilkan guru hendaknya dapat menjadi contoh (role model) yang baik bagi peserta didiknya.

Hal ini penting agar peserta didik memiliki rasa segan sekaligus menumbuhkan kepatuhan kepada guru. Karena jika seorang guru tidak bisa menjadi teladan, maka bagaimana mungkin peserta didik akan percaya dan mematuhi segala kata-kata gurunya?

Berikutnya adalah sikap ihsan. Sikap ini mengacu pada aspek mentalitas seorang guru untuk terus berbuat baik secara kontinyu disertai dengan rasa ikhlas dalam menjalankannya. Sikap ihsan akan menjauhkan kita dari rasa riya’ dan mendorong rasa istiqomah dalam berbuat kebaikan dalam situasi apapun. Tak peduli apakah perbuatan baik kita akan dilihat orang atau tidak, ketika kita sudah mencapai taraf ihsan, maka fokus perbuatan baik kita semata hanya mengahrap ridho Allah Swt.

Acara pembinaan guru dan karyawan ini berlangsung kurang lebih satu setengah jam, mulai pukul 08.00 sampai pukul 09.30. Pada akhir acara, para peserta pembinaan menutup kegiatan dengan bacaan hamdalah dan doa penutup majelis bersama-sama.[]