Cerpen “Love Train”

  • Thursday, 9 February 2023
  • 73 views
Cerpen “Love Train”

____________________

Selama ini belum ada satu orang wanita yang dapat mengisi ruang hatiku yang kosong selama 17 tahun ini.

Hingga akhirny aku bertemu dengan seorang wanita yang memiliki rambut lurus dengan kulit putih.

Dengannya aku merasa bebas dan berbeda, aku bisa menjadi diriku yang apa adanya hanya saat bersamanya.

Hanya dengannya, Shreya Kiara

*******************************

Pagi ini aku berangkat berangkat menuju kantor ku menggunakan mobil, meskipun setelah sampai aku harus berjalan lagi untuk sampai di kantorku karene tempat parking yang jaraknya cukup jauh, tapi aku tidak peduli.

Aku berjalan dengan menjinjinh tas kantor di tangan ku dan mulai berjalan masuk kedalam stasiun yang ramai oleh banyak orang.

Saat aku sudah berhasil memasuki kereta, aku memutarkan kepalaku ke kanan dan ke kiri untuk mencari tempat kosong, namun ternyata seluruh kursi sudah penuh, tidak tersisa satu pun. Aku terpaksa berdiri

Ketika aku mengedarkan pandanganku di penjuru gerbong kereta yang kumasuki, aku melihat kejadian yang menurutku sangat menarik. Seorang wanita muda yang tengah membaca bukunya tiba-tiba saja berdiri dari tempatnya dan mempersilahkan seorang wanita lanjut usia untuk menduduki tempatnya.

Wanita tersebut sangat cantik dengan rambutnya yang lurus dan kulitnya yang terbakut make up walaupun hanya sedikit. Tanpa sadar aku menatap wanita tersebut terus menerus hingga wanita tersebut berjalan keluar dari gerbong kereta dan tanpa sadar aku telah sampai di stasiun tujuanku. Aku menunggu penumpang lain untuk turun terlebih dahulu dariku agar aku tidak berdesakan dengan pengguna kereta lainnya.

Aku sampai di kantor ku dan segera menuju lift. Jujur saja wanita yang aku temui di kereta tadi masih menghantui pikiranku, aku memijat pelan pelipis ku sambil mengerutkan keningku, kurasa aku akan lembur malam ini. Tapi sungguh aku tidak menyukai lembur untuk kali ini karena ku tidak membawa kendaraan hari ini dan seletika aku menyesal karena tidak membawa kendaraanku. Tapi, jika aku membawa kendaraanku tadi pagi aku tidak akan pernah bisa bertemu dengan wanita menarik di kereta tersebut. Senyumnya yang manis serta wajahnya yang cantik.

Gila. Aku bisa gila jika terus terusan memikirkannya, aku memutuskan untuk tidak jadi lembur malam ini dan merapihkan barang-barang ku.

Saat aku mulai memasuki gerbong kereta, tanpa sengaja aku menabrak seorang wanita yang tetnyata wanita yang kutemui pagi hari tadi. Aku menjulurkan tanganku untuk membantunya bangkit berdiri.

“Maaf” kataku

Wanita itu mengangkat kepalanya untuk menatapku, lalu tersenyum manis. Wanita itu pun mengatakan bahwa maaf ku diterima olehnya, dan hal yang terjadi selanjutnya adalah masuknya banyak orang sehingga membuatku dan wanita tersebut berdedakan, dan kamu pun terpisah cukup jauh.

“Sial, menggangu saja!” gumamku

Aku menghela napasku, dan tak lama setelahnya pintu kereta terbuka dan aku telaj sampai ke stasiun tujuanku. Aku menolehkan kepalaku sebentar untuk mencari wanita itu namun nihil wanita itu tidak terlihat.

Keesokan harinya…

Aku bangun dari kursi kerjaku dan menuju cafe favoritku yang letaknya tak jauh dari kantorku, aku mengendarai mobil tidak terlalu cepat karena ingin melihat pemandangan orang berlalu lalang di jalanan. Akhirnya sampai, aku memesan kopi kesukaanku yaitu  americano shot 8.

Saat tengah meminum kopi pesananku, aku melihat seorang wanita yang tidak asing bagiku. Yap! Benar sekali dugaanku dia adalah orang yang aku temui di kereta kemaren. Aku pun menghampirinya lalu mengajaknya berkenalan, untung saja aku orang yang sedikit pandai mencari topik, aku bertanya kepadanya

“Kalau boleh tau, apa pekerjaanmu?”

Ia mengalihkan pandangannya kepadaku lalu tersenyum

“Aku seorang dokter spesialis jantung, lalu kalau mas sendiri apa pekerjaanmu?” ia berbalik bertanta kepadaku.

“Aku bekerja sebagai CEO di SHD Crop” jawabku.

“Apa kau tidak mau memberitahuku siapa namamu?” tanyaku heran.

“Kau tidak bertanya, jadi untuk apa aku memberitahumu?” jawab wanita itu. “Baiklah, siapa namamu nona?”

Wanita itu menjawab, “namaku Shreya Kiara, panggil aja Shreya.” “Kalau kau, siapa namamu?” wanita itu balik bertanya.

“Namaku Eithar Atalla, panggik aja Eithar” jawabku dengan senang hati.

Dan sejak pertemuan kami di cafe hubunganku dengan Shreya makin dekat, dan tak jarang aku sering mengajaknya untuk pergi dinner.