SMP IT Masjid Syuhada Menggelar Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Pornografi bagi Remaja

  • Wednesday, 17 July 2019
  • 887 views
SMP IT Masjid Syuhada Menggelar Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Pornografi bagi Remaja Penyuluhan narkoba

Peredaran narkoba di kalangan remaja semakin merajalela. Data yang dirilis BNN per tahun 2017 menunjukkan bahwa prevalensi penyalahgunaan narkoba secara nasional adalah 1,77 persen atau sekitar 3,37 juta jiwa. Dari angka itu, 24 persen di antaranya dilakukan oleh kelompok usia remaja. Narkoba merupakan permasalahan pelik yang selalu menghantui para remaja, mengingat di usia tersebut seseorang cenderung labil dan senang mencoba hal-hal yang baru. Jika seorang remaja tidak memiliki prinsip, keimanan, dan kesadaran diri yang kuat, maka sangat mungkin ia terjerumus dalam jerat hitam narkoba.

Selain narkoba, bahaya lain yang berpotensi merusak remaja adalah pornografi. Meski dampak yang ditimbulkan tidak selalu kasat mata, diam-diam pornografi bisa merusak bagian-bagian penting otak, menciptakan kecanduan (adiksi yang mirip pemakai) dan mendorong seseorang ke arah perilaku amoral. Semakin parahnya terlihat dari maraknya kasus-kasus asusila yang melibatkan remaja. Di berbagai media massa, seringkali kita disuguhi pemberitaan miris tentang remaja yang membuat video porno, berbuat mesum, sampai hamil di luar nikah. Na’udzubillahi mindzalik. Semua potret buram tersebut tentu saja tidak lepas dari pengaruh pornografi yang semakin sulit dicegah penyebarannya mengingat kemajuan teknologi komunikasi dan internet sekarang ini.

Dua isu inilah yang coba disampaikan dalam penyuluhan bahaya narkoba dan pornografi yang diadakan SMP IT Masjid Syuhada, Senin-Selasa (15-16 Juli 2019) kemarin. Acara tersebut diadakan di ruang aula Masjid Syuhada dan diikuti oleh segenap peserta didik kelas 8 dan 9. Topik narkoba disampaikan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi DIY, sementara topik seputar bahaya pornografi disampaikan Tim Promosi Kesehatan (PROMKES) Puskesmas Gondokusuman II.

Para peserta didik tampak cukup antusias mengikuti penyuluhan tersebut. Isu-isu yang menjadi bahasan utama memang lekat dengan dunia remaja. Banyaknya kasus yang terjadi, baik yang berkaitan dengan narkoba maupun pornografi, membuat para peserta didik yang masih remaja harus senantiasa membentengi diri. Untuk narkoba, bahaya yang ditimbulkannya jelas merusak tubuh secara fisik, mental, maupun sosial. Selain itu, yang patut diwaspadai adalah peredarannya yang semakin “kreatif” dan menarik para remaja untuk mencoba. Seperti kasus pil sapi yang baru-baru ini terjadi di Yogyakarta.

Pornografi juga sama merusaknya dengan narkoba. Efek candu yang dihasilkan dari konten pornografi tidak jauh beda dengan pengguna narkoba yang tengah sakau. Jika sudah mencapai fase ini, seseorang yang sering mengkonsumsi konten pornografi dapat menunjukkan perilaku amoral yang merusak. Karena meski dampaknya sering tidak kasat mata seperti narkoba, para ahli sepakat bahwa pornografi bisa merusak bagian-bagian penting otak terutama bagian prefrontal cortex (PVC) yang membuat anak tidak mampu mengendalikan hawa nafsu dan emosi serta menurunkan daya pikir dan mempengaruhi kejiwaannya. Hal ini tentu saja berbahaya karena dapat berdampak langsung pada menurunnya prestasi belajar peserta didik di sekolah.

Dengan penyuluhan tersebut, para peserta didik diharapkan dapat semakin waspada dan sadar untuk membentengi dirinya dari pengaruh-pengaruh negatif narkoba dan pornografi. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari bahaya narkoba dan pornografi antara lain: memperkuat keimanan, berprinsip teguh untuk tidak memakai narkoba, menyibukkan diri dengan belajar dan melakukan kegiatan yang bermanfaat, membatasi pergaulan dengan lawan jenis, berinternet secara sehat, memakai gawai secara bertanggung jawab, serta tidak menjadi pengkonsumsi apalagi penyebar konten pornografi. Jangan sampai masa depan kalian menjadi kelam dan kandas gara-gara narkoba dan pornografi. Terus dekatkan diri kepada Allah, mintalah pertolongan dan perlindungan-Nya, serta sayangilah keluarga serta teman-teman kalian.