
Menjadikan Alam sebagai Ruang Edukasi
YOGYAKARTA – Dalam rangka memperkaya pengalaman belajar siswa sekaligus memperkuat pendidikan karakter, SMP IT Masjid Syuhada menyelenggarakan kegiatan Outbound dan Field Trip pada Senin (12/1) dan Selasa (13/1). Kegiatan ini dirancang sebagai pembelajaran kontekstual yang memadukan penguatan fisik, mental, sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Outbound dan Field Trip merupakan bentuk pembelajaran di luar kelas yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara langsung melalui pengalaman nyata. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diajak untuk bersenang-senang, tetapi juga dilatih untuk membangun keberanian, kemandirian, kolaborasi, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian sosial.
Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua hari. Pada hari Senin, kegiatan diikuti oleh kelas 7 dan 8 putra, sedangkan pada hari Selasa diikuti oleh kelas 7 dan 8 putri. Sebelum kebererangkatan, seluruh siswa terlebih dahulu melaksanakan kegiatan rutin yaitu Sholat Duha dan Dzikir pagi sebagai ikhtiar menata niat dan memohon kelancaran kegiatan. Selanjutnya, pada pukul 07.15 WIB, siswa berangkat menggunakan bus dengan tertib dan penuh semangat.
Outbound di Jaka Garong: Melatih Ketangguhan, Konsentrasi, dan Semangat Kebersamaan

Kegiatan outbound dilaksanakan di Kawasan Outbound Jaka Garong yang berlokasi di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada kegiatan ini, siswa mengikuti berbagai aktivitas outbound dengan antusias. Terdapat lebih dari 10 wahana yang dapat dimainkan oleh siswa dengan didampingi oleh para trainer yang profesional. Mulai dari permainan ketangkasan, kerja tim, hingga tantangan keberanian yang dirancang sesuai usia dan keselamatan peserta outbound.
Melalui wahana-wahana tersebut, siswa belajar tentang arti kerja sama, kepercayaan diri, serta pentingnya fokus dalam melakukan sesuatu. Kegiatan outbound berlangsung hingga pukul 12.30 WIB dan kemudian dilanjutkan dengan ishoma.
Belajar Mencintai Alam melalui Kegiatan Field Trip ke Balai Perbenihan Tanaman Hutan Wilayah III

Pada pukul 13.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan field trip ke Balai Perbenihan Tanaman Hutan Wilayah III Yogyakarta, yang berlokasi di Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogayakarta. Di tempat ini, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna tentang dunia kehutanan dan lingkungan hidup. Dengan pendampingan dari trainer dan petugas balai, siswa dikenalkan dengan berbagai jenis bibit dan tanaman hutan, proses pembibitan, perawatan tanaman, serta peran penting hutan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dalam kehidupan manusia. Pembelajaran dilakukan secara interaktif sehingga siswa dapat bertanya, mengamati langsung, dan memahami penjelasan dari trainer secara lebih kontekstual.
Menariknya, sebagai bentuk edukasi sekaligus apresiasi, siswa diberi kesempatan untuk membawa pulang bibit tanaman yang mereka inginkan. Beberapa jenis bibit yang dapat dipilih antara lain bambu, acacia auri, pucuk merah, kemuning, malapari, nyamplung, sukun, kluwih, aren, dan asam jawa. Hal ini menjadi pengalaman yang berkesan bagi siswa karena mereka tidak hanya belajar, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk merawat tanaman tersebut di lingungan masing-masing.
LKPD sebagai Sarana Reflektif Pembelajaran dan Penguatan Pemahaman Pasca Kegiatan
Setelah seluruh rangkaian kegiatan outbound dan field trip selesai, siswa memiliki kewajiban untuk menyelesaikan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) yang berkaitan dengan kegiatan yang telah mereka ikuti. Melalui penugasan ini, siswa diajak untuk merefleksikan pengalaman belajar mereka, mengaitkan teori dengan praktik, serta melatih kemampuan berpikir kritis, menulis, dan menyampaikan gagasan secara sistematis. Diharapkan melalui LKPD tersebut, pengalaman belajar tidak berhenti pada kegiatan lapangan semata, tetapi berlanjut menjadi pemahaman yang lebih mendalam dan bermakna.
Menjadikan Pengalaman sebagai Bekal Pembelajaran Berkelanjutan
Kegiatan outbound dan field trip ini merupakan kegiatan yang bermanfaat dan mendukung pengembangan karakter, kemandirian, kolaborasi, kepedulian lingkungan, serta keterampilan sosial siswa. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna.
Harapannya, melalui kegiatan ini akan tercipta generasi yang beradab, berilmu, dan berwawasan lingkungan. Pengalaman ini juga diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi siswa untuk terus belajar, bertumbuh, dan mengamalkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
“Belajar tidak selalu tentang ruang kelas. Terkadang alam adalah guru terbaik yang mengajarkan makna kebersamaan, tanggung jawab, dan kepedulian.”
